Isuzu Indonesia Versus Kendala Infrastruktur
Sumber:BeritaATPM.com Makin berkembangnya sektor industri otomotif nasional di tahun 2008, memacu para produsen mobil untuk terus menggelontorkan produk-produk teranyarnya. Meski bulan April akan terjadi kenaikan harga mobil, beberapa petinggi ATPM berprediksi hal tersebut tidak akan menyurutkan minat beli konsumen di tanah air. Dan salah satunya adalah Isuzu. Melalui PT. Pantja Motor sebagai ATPM-nya terus berkomitmen untuk menjadi yang terdepan di pasar kendaraan niaga, baik pasar global maupun di Indonesia. Sejatinya beragam peluang di sektor ekonomi turut menggairahkan penjualannya. Namun berbagai kendala infrastruktur seperti penyediaan BBM berkualitas Euro2 - meski Pertamina telah menyediakan Pertadex - menyurutkan langkahnya untuk menghadirkan teknologi diesel terkini di Indonesia. Seperti teknologi common rail. Hal ini tentunya akan berhadapan dengan karakter pasar yang masih 'bersahabat' dengan bahan bakar solar saat ini. Padahal jika ditelusuri lebih jauh Isuzu siap menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan teknologi tersebut, seperti yang dilakukan brand-brand lain untuk memperkuat kesan efisiennya. "Sebenarnya untuk teknologi ini kami sudah siap, baik yang diaplikasikan ke Isuzu Panther, truk maupun pick up. Saat ini kami hanya tinggal menunggu kesiapan Pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan faktor pendukung yang memadai," papar Yohannes Nangoi, Presiden Direktur PT. Pantja Motor saat Media Gathering di kantor Isuzu Sunter, Jakarta Utara, Selasa (1/4). Seperti diketahui harga per liter Pertadex adalah Rp. 7.000,- sedangkan untuk solar biasa hanya Rp. 4.300,-/liter. Menurut Nangoi harga yang diberlakukan untuk Pertadex masih terbilang mahal dan berakibat industri otomotif serta pendukung lain yang mengunakan mesin diesel, cepat atau lambat akan menurunkan daya produksinya. Nangoi menambahkan, "Isuzu telah menyuplai mesin diesel ke pabrikan kendaraan di dunia, seperti Peugeot-Citroen, Renault, General Motors bahkan Honda. Jangankan hanya memasarkan truk berteknologi commonrail, hybrid sekalipun kami sanggup menghadirkannya ke Indonesia". Keyakinan Nangoi akan kualitas produk-produknya yang banyak diminati konsumen, dibuktikan dengan hasil penjualannya di triwulan pertama (Januari - Maret). Berdasarkan data yang disampaikan Agustinus Indraputra, Marketing & After Sales Service Div. Head Pantja Motor, sepanjang periode tersebut Isuzu membukukan angka sebanyak 7.979 unit yang didominasi penjualan Panther. "Sepanjang tahun lalu, penjualan Isuzu mencapai 18.270 unit. Untuk tahun 2008, kami menargetkan mampu meraih 21.500 - 22.000 unit yang mana penjualan kami tumbuh 3.000 unit hingga 3.500 unit," tandas Nangoi. Seperti diketahui, untuk pasar komersial posisi Isuzu masih di bawah Mitsubishi dan Hino. Namun Nangoi menegaskan bahwa di tahun ini Isuzu akan lebih berkonsentrasi untuk menggarapnya. "Meski di Indonesia Isuzu belum menjadi nomor satu di pasar komersial, namun kami optimis dalam kurun waktu 2 - 3 tahun yang didukung oleh strategi penerapan pasar yang jitu, hal tersebut dapat terwujud. Khususnya Isuzu Elf untuk pasar light truck," tutup Nangoi. Isuzu Panther Tampil Dengan Dua Segmentasi Selain mendiskusikan kondisi Isuzu Indonesia tahun 2008, kepada wartawan Pantja Motor juga memperkenalkan tampilan terbaru yang lebih segar dari Panther, Pick up dan D-Max. Jika sebelumnya segmentasi yang disasar oleh Panther hanya untuk segmen MPV, untuk tahun ini hadir segmen lain yakni SUV. Konsep perubahan ini untuk memberikan nilai lebih kepada konsumen dibandingkan nilai uang yang dikeluarkan, selain untuk memberikan pilihan yang lebih luas kepada konsumen. Untuk penyegaran di sisi eksterior hanya terdapat pada engine hood, gril dan foglamp. Sedangkan perubahan paling banyak ada pada sisi interiornya, yakni untuk kelengkapan fitur stereo dan video, serta beberapa finishing yang membuat Panther menjadi lebih mewah. Kemewahan tersebut terlampir melalui varian Panther Grand Touring yang dilengkapi dengan in-dash touch screen monitor berukuran 7 inch dan DVD, MP3, VCD serta CD player. Sementara untuk tipe LS dilengkapi dengan leather seat, floating door trim dan anti-slip footstep yang dibalut dengan chrome. Untuk Pick Up variant Isuzu berubah menjadi 4 variant, yaitu Standard, Standard Flat Deck, GD dan C/O (cabin open). Fitur-fitur baru yang hadir pada setiap variannya lebih banyak terdapat pada bagian interior. Seperti automatic safety belt, sun visor dan cup holder, sehingga pengguna pick up lebih aman dan nyaman dalam berkendara. Isuzu D-max tipe Rodeo LS khususnya tampil dengan penambahan ornamen dan fitur baru, yaitu Keyless Entry. Perubahan lainnya adalah pemasangan antena radio di bagian depan tengah atap mobil. Kaca spion dengan design baru dan diberikan ornamen chrome, sehingga terlihat semakin mewah. Isuzu juga merubah warna lampu rem yang dipasang di atas kaca belakang menjadi bening. Pada bagian interior, handle pintu dan bagian tengah dashboard, tempat AC sekelilingnya diberikan ornamen berwarna silver, sedangkan handel pintu bagian dalam berlapis chrome.
Label: mobil

0 Komentar:
Poskan Komentar
Berlangganan Poskan Komentar [Atom]
<< Beranda